Dilihat dari sejarahnya, aliran modifikasi
café racer muncul dari anak muda di Ingrris yang doyan balapan dengan
trek café to café. Namun berbeda dari sejarahnya, Andy Sucahyo ngemodif
Honda CB100 kebanggaannya dengan aliran café racer sebagai penunjang
mobilitas sehari-hari dengan trek home to office alias dari rumah ke
kantor.
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label modifikasi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 22 Februari 2013
Senin, 26 November 2012
Telat Bayar Pajak Tahunan STNK, Tidak Bisa Ditilang!
Ada beberapa pembaca menanyakan mengenai aturan tilang. “Apakah
kalau Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang terdapat di Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK) telat dibayar, polisi boleh menilang motor?,” sebut
salah seorang pembaca.
Daripada salah omong, mending tanya langsung kepada yang berwewenang.
“Keterlambatan
membayar pajak tahunan petugas tidak berhak melakukan penindakan sebab
untuk keterlambatan pajak yang berwenang adalah Dispenda bukan polisi,”
jelas Kombes Rikwanto, Kabidhumas Polda Metro Jaya.
Kalau nggak
bayar atau telat sanksinya berupa denda admistrasi atau denda
keterlambatan. “Berbeda jika kalau masa berlaku STNK sudah habis yakni 5
tahun. Kalau itu Kepolisian berhak menilang karena dianggap motor ini
gelap dan tidak memiliki STNK yang sah,” jelas Rikwanto.
Kombes
Rikwanto juga mengingatkan bahwa pembayaran pajak kendaraan adalah soal
kesadaran pengguna kendaran bermotor. “Karena nantinya dana itu akan
kembali juga kepada masyarakat dalam bentuk perawatan dan perbaikan
jalan,” katanya mengingatkan.
Paham kan?. (motorplus-online.com)
Selasa, 25 September 2012
Honda Supra Fit, Ini Mini Choppers Bro...
Judulnya bukan mobil nyentrik asal Inggris
yang melegenda lewat film Mr. Bean. Tapi, ini benar Mini Choppers alias
choppers dalam bentuk kecil bin imut. Dimensi Supra Fit yang asli
bergenre bebek, dichop alias dipangkas menjadi choppers.
“Makanya perlu banyak penyesuaian dalam merombak sasis baru. Sebab rangka Supra hanya tersisa underbone-nya. Bagian lain seperti sasis belakang diubah total,” buka Jaka Permana, modifikator sekaligus bos Jack’s Garage (JG) di Purwokerto, Jawa Tengah.
Perhitungan dimensi menjadi sedikit rumit ketika aplikasi sasis sederhana khas bebek dipadukan desain ala chopper. Contohnya, penerapan sasis baru untuk bagian belakang dan konstruksi tengah.
"Titik berat bagian tengah saya pusatkan di bagian bawah jok depan. Sebab, saya memperhitungkan sisi handling agar motor seimbang antara bobot depan dan belakang. Makanya sasis pada bagian bawah jok diperkuat dengan pipa 22,5 mm agar kuat menopang beban rider,” papar modifikator gaul dengan rambut mirip aktor Andi Lau ini. Sedangkan sasis ke begian belakang lebih sederhana dengan material pipa serupa.
Konstruksi ini dinilai ideal. Itu karena urusan bodi lebih simpel. Apalagi motor milik Husein Budiman ini mau dipakai bukan untuk kebut-kebutan. Melainkan hanya buat jalan-jalan sore alias JJS saja.
Maka itu, semua serba simpel. Contohnya, bentuk tangki yang cuma menggantung pada bagian belakang sasis komstir dan juga nempel di dudukan jok. (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan: IRC Inoue 2,25 - 17
Ban belakang: Swallow 110/60-14
Sok depan: Honda GL 100
JG: 0857-2610-4555
Honda Supra X, Kena Pop Sindrom
Aliran Pop Art, tepat mengenai hati Said Rendy. Pelampiasannya, seperti yang terlihat di Honda Supra X lansiran 2002 miliknya. Bebek keluaran pabrikan sayap tunggal ini, ‘disulap’ jadi penuh warna dan variasi.
Laher Komstir Alternatif Sepeda Motor Honda, Lebih Stabil Juga Awet
Gangguan yang terasa ketika area komstir
motor sudah mulai rusak adalah setang menjadi lebih berat. Gejala
lainnya bisa saja ketika sedang jalan, tiba-tiba oleng dan belok sendiri
ke kiri atau kanan. Liar brother gitu!
Untuk laher komstir motor sport varian Honda bisa pakai label HBM (Hidup Baru Motor). Secara bentuk sama saja. Tapi, yang membedakan hanya bagian dalam. Kalau laher komstir orsinal bagian dalamnya terdapat bola kecil atau sering disebut dengan pelor.
Pelor kecil ini jika sudah rusak biasanya menekan bagian rumah laher komstir dan menggerus bagian dalam. Makanya bisa cepat aus. Kalau sudah begini harus cepat mampir ke bengkel terdekat bro.
Senin, 17 September 2012
Modif Honda New MegaPro, 2012 (Pandeglang-Banten) Honda New MegaPro, Pembuktian Eranya 4 Langkah
Sabtu, 02 Juni 2012
Modif Yamaha Mio Fino, 2012 (Jakarta) Yamaha Mio Fino, Double Winner
Diantara semua juara MOTOR Plus Skubek Contezt, Arif yang mengumbar senyum paling lebar. Yamaha Mio Fino miliknya merebut juara tak hanya satu kelas, bahkan dua gelar sekaligus. Juara satu di kelas fashion standar dan juara satu di kelas MBtech. “Tak sia-sia sampe begadang,” tegas warga Kemayoran, Jakarta Pusat ini. Dua kelas yang diikuti oleh Arif adalah kelas neraka. Maklum, di dua kelas ini, paling banyak diikuti oleh peserta di banding kelas-kelas lainnya.
Label:
fino,
modifikasi,
motorplus,
skubek contezt,
yamaha
Sabtu, 29 November 2008
Ayo, Tebak. Apa Merek Motor Ini?

Tidak ada lagi identitas untuk mengenali, apa merek motor ini? Biasanya, sekalipun dimodifikasi ekstrem, dari blok mesin bisa ketahuan. Atau lampu depan, tapi malah mirip Ducati Monster. Semua ciri itu sudah lenyap .
“Fairing yang benar-benar menutupi seluruh bodi, nggak hanya setengah,” jelas Arno dan Ardi dari Amoba Fiber Planet yang bikin ide edan ini. Bentuknya yang mirip motor balap ini menggunakan bahan fiber yang terinspirasi dari Honda CBR400. Ayo, tebak lagi dari sisi yang mana?
Ketika Arno dan Ardi ditanya, “Idenya saja sih. Semua dicustom ulang demi menyesuaikan bentuk buritan yang murni ide sendiri,” jawab Arno. Seperti fairing depan yang besar, ternyata terdiri dari 3 sambungan agar mudah dalam proses pembuatannya.
Diakui oleh Arno kalau sosok motor terlihat nggak optimal. Namun ia menjamin saat dibesut tetap stabil walau cover gede begitu. “Tetap tabil karena memperhatikan lekukan dan dibuat juga lubang udaranya,” tegas Ardi.
Kisi-kisi udara di samping yang cukup lebar untuk meminimalisir turbulensi udara. Selain mempermanis tampilan secara keseluruhan. Termasuk aliran udara ke mesin supaya tidak overheat lantaran tidak memakai radiator layaknya motor sport moge.
Bodi yang gambot tentu harus disesuaikan dengan kaki-kaki subur juga. Ini memang dipahami oleh kedua Arek Malang ini. Supaya kelihatan besar, “Sokbreker standar yang depan ditutup pakai kondaom dari bahan fiber. Jadinya kan lebih gendut,” cerita keduanya.
Sementara pelek, keduanya mengaku buat sendiri alias custom. “Ngerol besinya harus benar supaya jalannya lurus. Yang penting tapaknya lebar,” cerocos Arno. Sayang, desain joknya ala sofa, kurang pantas dengan bentuk bodi. “Malah sekarang jadi nggak cocok buat balap, ya,” aku Ardi.
Namun dari hasil karya Arno dan Ardi ini yang patut diacungi jempol adalah pemilihan cat dan grafis. Sadar kalau bodi motor bongsor, maka warna dasarnya dipilih putih. Ditambah coretan airbrush maka efek gendut tadi kian dieliminir lagi.
Tapi, ngomong-ngomong, merek motor apa? Supaya nggak penasaran, Honda Mega Pro 2003. (Endar)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Duro 110/60-17
Ban belakang : Batlax 190/50 x 17
Pelek depan : Hand made
Pelek belakang : Hand made
Sok depan : Custom
Sok belakang : YSS
Swing-arm : CBR400
Karburator : RX-King
Amoba Fiber Planet : 0856-357-6002
Senin, 08 September 2008
Beda Selera, Pasti Beda Karakter

Pasti beda tiap selera modifikasi bagi empunya motor, perhatikan dua Yamaha MX besutan Ibenx Yuli Atmoko dan Winarto alias Erwin. Dua riders ini yang jelas bukan saudara, tapi masih dalam satu wadah klub YMCI Surabaya. Ibenx pemilik Yamaha MX 2005 pilih modifikasi bergaya sport ala Moto GP yang berselimut full fiber. Sedangkan Erwin lebih terpesona gaya modifikasi elegan berkemilau krom.
Rubahan tampang Garputala MX milik Erwin dipusatkan pada sektor kaki-kaki dan mesin, tak heran bila bos orkes melayu ini mencelupkan part berbahan logam dengan lapis krom. Supaya karakter sport terdongkrak, lengan ayun pabrikan dipensiunkan dan ganti lengan ayun aksesoris yang import dari Malaysia berikut pipa saluran pembuang asap.
“Lengan ayun model racing ini membuat MX jadi lebih stabil saat melibas tikungan,” papar Erwin. Totalitas krom dilanjutkan ke sepasang peleg sprint, brake set, hingga cover jok.
Sedangkan Yamaha MX besutan Ibenx mengalami operasi lebih heboh setelah ganti kelamin atawa transgender, dengan konsep mengacu modifikasi gaya Moto Gp.
“Sengaja modif full fiber supaya motor lebih mantab dan stabil ketika pakai turing,” sergap Ibenx yang nyaris tanpa absen saat YMCI gelar turing.
Karena untuk fungsi turing, maka modifikasi tak menyentuh rangkaian sasis utama. Pemasangan baju serat kaca menggunakan sistem knock down yang terpasang dibeberapa bracket.
Bukan halangan bagi Ibenx yang salah satu kakinya tak tumbuh sempurna, bobot motor yang menjadi lebih berat tersebut masih bisa dikendalikan. Uniknya bentotan gas tak lagi sebelah kanan, melainkan dipindahkan sebelah kiri.
Punuk yang menyerupai tangki bahan bakar dijadikan sebagai bagasi untuk menyimpan bekal saat turing. Agar selaras dengan body bongsor, maka lengan ayun wajib disamakan yakni dengan cara aplikasi kondom fiber ala lengan ayun sport moge.
Kedua riders, Erwin dan Ibenx tetap mengutamakan fungsional dan safety dalam aplikasi modifikasi. Tak heran bila mereka tetap menggunakan lingkar roda sesuai ukuran orsi dan perangkat penghenti laju yang memadai, “ Modifikasi boleh ekstrim, tapi fungsi dan keamanan untuk dikendarai harus tetap diutamakan” tegas Ibenx dan Erwin. Setuju!.
Spesifikasi Modifikasi :
Yamaha MX 2005 ( Ibenx )
Body work : Yurianto Body Custom, Sidoarjo
Head lamp : Yamaha Jupiter
Ban depan : Eagle Star 90/80-17
Ban belakang : Swallow 120/70-18
Veleg : Venom R 17 & R 18
Rem depan : Kaliper Nissin
Disc : Kawasaki Ninja
Rem belakang : Yamaha MX
Disc : Kawasaki Ninja
Yamaha MX 2007 ( Erwin )
Krom : Bangil
Box body : Probolinggo
Ban depan : Swallow 90/80-17
Ban belakang : Swallow 80/100-18
Veleg : Sprint R 17 & R 18
Rem depan : Kaliper Nissin
Disc : PSM
Rem belakang : Kawasaki Ninja
Lengan ayun : Mitsuyo
Knalpot : Mitsuyo
Takometer : Yoshimura
Penulis / foto : Endar
Kamis, 05 Juni 2008
Mount Tracker Sejati

Twin Fiber Planet kembali berulah, kali ini sasarannya Honda GL Max rakitan 1991 milik Oky Andistiawan Adi yang mengalami rubahan frontal. Benar frontal..tal..tal, tetapi tetap mempertahankan tulang sasis pabrikan. Berkonsep trend modifikasi terbaru yakni supermoto, namun kaki belakang menganut gaya modifikasi motor sport. Tuh kan!.
Adalah Adi dan Arno selaku penjaga gawang Twin Fiber Planet, “Awalnya siempunya motor bingung mau modif gaya apa, lalu kami arahkan ke gaya supermoto berkaki sport”, buka Arno saudara kembar Adi. Urutan pertama jelas menelanjangi motor berkapasitas 125 cc tersebut, kemudian aplikasi jurus ampuh serat kaca alias fiber dan sentuhan seni air brush ala tentara gurun pasir.
Tidak asal pasang tempel, proposional posisi dan ukuran tetap diutamakan supaya baju baru tidak kedodoran atau justru kekecilan. Praktisnya custom fiber serasi dengan ukuran dimensi asli Honda GL Max. “Kalo terlalu besar dan gambot justru akan merusak estetika konsep” tegas Arno kepada OTOMOTIFNET.COM. Bodi berbahan serat karbon yang diaplikasi meliputi tangki, cover bodi utama, selebor set depan dan belakang, air scoope, kondom sok depan dan belakang, dan kondom headlamp.
Kendala pemasangan custom fiber terletak pada cover bodi utama. Pasalnya ketika proses pemasangan seluruh bodi baru, desain cover aki terlihat kurang serasi dan antisipasinya Twin Fiber Planet pasang seater rancangan sendiri. Bentuk seater tersebut menyambung mulai dari tangki hingga bagian buritan motor, pastinya juga diberikan finishing warna senada bodi anyar.
Sok depan sepintas pandang seperti up side down, sejatinya sok depan motor berjuluk Mount tracker ini masih gunakan ajrutan depan asli Honda GL Max yang dipasang kondom fiber ala up side down. Makin mantab dengan kawalan duo discbrake berkaliper Honda Supra.
Monosok belakang yang terlihat seperti monosok moge sport, ternyata juga hasil kreatifitas duo kembar ini. Lengan ayun handmade dari bahan plat persegi dipendam rapi bersama fiber sehingga kaki belakang menjadi berkarakter moge sport. “Sebenarnya yang ini trend lama, tapi model kami kembangkan lagi“ tukas Adi sambil menuding monosok customnya.
Sentuhan kretaifitas Twin Fiber Planet berlanjut di sektor safety riding, nah kali ini headlamp jadi bahan uji coba. Untuk memberikan tampilan beda, headlamp motor berlogo sayap kepak ini comot stop lamp Honda Karisma. Proses aplikasi tidak bikin puyeng, cukup menyamakan dudukan reflektor dan membuat penyangga yang dipasang ke pipa sok depan. Sementara sistem kelistrikan lampu masih menggunakan ori, hasilnya lampu lebih bening saat menembus jalanan malam dan lebih terang bila ada kandidat otogirls.
Spesifikasi Modifikasi :
Ban depan : Swallow 110-70 / 17
Ban belakang : Swallow 130-70 / 17
Velg : Sprint
Discbrake depan : Lazer
Kaliper depan : Honda Supra
Disbrake belakang : Honda GL Max
Kaliper belakang : Suzuki Satria
Airbrush : Army look by Climax, Kandangan-Kediri
Modifikator : Twin Fiber Planet
Jl. Imam Bonjol Gg. Argopuro, Batu
Telpon : 0341 - 5428450
Foto dan teks : Endar (www.otomotifnet.com)
Selasa, 03 Juni 2008
Seni Dipadu Unsur Hi-tech

Sssttt...! Menurut orang dalam PT Astra Honda Motor (AHM) dalam acara launching Honda CS-1 di Surabaya, Minggu (6/4) kemarin, AHM dipastikan akan menjual adiknya Vario untuk menyasar kelas low end. Ya, betul skutik yang di Thailand dinamai Icon. Malah kini di negeri Gajah Putih sudah banyak versi modifikasinya. Mulai ubahan ringan hingga ekstrem. Contoh di halaman ini. Konsep ubahannya disebut art techno yang maksudnya mengombinasi seni mendesain bodi dengan unsur hi-tech.
Rancangan bodinya sendiri kental nuansa sport. Terlihat pada bagian buritan yang digarap meruncing bak pacuan MotoGP. Apalagi setelah kedua ban ditukar dengan yang bertapak lebar. Alhasil aroma motor sport jadi makin santer tercium.
Sementara unsur teknonya diperlihatkan pada pengaplikasian beberapa part yang desainnya berkesan canggih. Misal saluran gas buang yang silencernya dibentuk macam segitiga, lalu pada sisi samping diberi kisi-kisi kayak saluran pernapasan ikan hiu. Kemudian konstruksi monosok belakang yang semula tegak, diubah tidur. Belum lagi penambahan arm di sisi kanan roda belakang yang dirancang menyatu fender roda.
Oh ya, motor ini hasil persembahan AP Honda Thailand. Ikut dipajang di boot mereka dalam gelaran 29th Bangkok International Motor Show yang berakhir Minggu (6/4) kemarin. Di samping beberapa modifikasi lain. Nah, siapa tahu ubahan ini bisa jadi inspirasi buat Anda yang nantinya hendak membeli skutik itu.
Gimana, keren kan?
Ban dpn/blkg :Vee Rubber Racing LS-V266, Radial Ukuran 110/90 - 12
Sokbreker depan :G@zi, upside down
Sokbreker blkg :G@zi tipe gas
Swing arm kanan :Panom
Fender roda blkg:Panom
Knalpot :Custom
Rem belakang :Disc Brake
http://www.otomotifnet.com/
Kamis, 27 Maret 2008
Scooter Berturbo Helikopter

Gila bin edan bro! lihat scootic ini, aplikasi modifikasinya tidak main-main. Sepasang turbo helikopter ditanam pada sektor kiri dan kanan body si semok matic. kenapa harus sepasang?, iya kalo dipasang cuma 1 unit turbolence scootic bakal meluncur tidak imbang, selain itu faktor keseimbangan body.
Bila dipasang 1 turbo dan diletakkan pada bagian tengah, resiko scooter jumpalitan tidak bakal bisa dihindari bila turbo difungsikan. Jalan keluarnya builder edan ini pasang 2 unit sekaligus, selain menjadi penyeimbang body juga pendongkrak performance scooter. Lantas siapa yang berani tantang scooter twin turbo ini?, Brother berani.....
Selasa, 04 Maret 2008
I-Supermoto

Demam motor jangkung macam supermoto juga mewabah di Suroboyo, Jawa Timur. Seperti TVS Neo 2007 milik Yohanes, kepala cabang dealer TVS Surabaya. Lantaran fitur andalan yang meliputi i-ride, i-Start, i-Charge dan i-Econo yang dipertahankan, bebek besutan Yohanes dijuluki i-Supermoto. Yups! Inovation Supermoto dengan dua kopling sekaligus.
Katanya, i-Supermoto dibikin guna menghindar dari julukan motor India kurang gaul. Makane, brother Yoh bela-belain bentuk otot. Tapi bukan otot kaki Yoh, melainkan otot besutannya. Caranya, tetap memfungsikan komponen orisinal.Antara lain, tabung sok depan, lengan ayun, rem, footstep dan pelek palang.
Meski masih tabung standar, sok depan tetap ditinggikan. Tentu lewat cara mengganti as sok lebih jangkung dari ukuran semula. Disusul pasang sepatbor trail made-in lokal. Hasilnya, jarak kaki depan dengan aspal jadi lebih tinggi. Makin sip dengan piringan cakram lebar yang nancap di teromol depan pelek TVS Neo CW.
Selanjutnya kaki belakang. Meski tampak sederhana namun perlu kecermatan. Sokbreker doble ditendang hingga menjadi monosok, kali ini Yohanes pilih peredam tunggal Jupiter MX yang dipercaya empuk and stabil untuk menginjak aspal.
Efek nunging di roda belakang ikut ditampilka. Trik yang ditempuh, dipasang adapter sebutan lain pangkon yang dilas listrik pada tulang ‘H’ lengan ayun. Tidak lupa dibenamkan cakram belakang, lagi-lagi masih tetap mengandalkan bawaan TVS Neo.
Sentuhan terakhir, Yohanes menancapkan knalpot khas supermoto. Leher knalpot dirancang mengikuti lekuk mesin 110 cc dan bodi TVS. Supaya pipa buang tidak terlalu menonjol ke samping dan bisa melecetkan kaki bocengers maka bodi sedikit dipapas. Hasilnya silencer melesak ke dalam bodi.(endar)
Fashion Pelindung
Kesan bebek supermoto makin kentara setelah pasang pelat bordes. Pelat bercorak itu nempel di kolong mesin. Tentu bukan sekadar mengejar nuansa fashion semata. Tapi juga punya fungsi menahan benturan.
Terbit Di MotorPlus Edisi 470
Rabu, 13 Februari 2008
Gaya Lama Masih Ngetop!

Salam kukuruyuk dulu, Bro! Awalnya Zikrulah bukan berprofesi sebagai juragan ayam potong. Tapi, Bro yang beralamat di Jl. H. Damang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini, latah ayam jago di Suzuki Satria harian.
Nggak pake ulur waktu, Suzy Satria dipermak jadi ajag berbulu kinclong. Langkah pertama, sokbreker plus segitiga Kawak Ninja menggusur sok orsi Suzy. "Sok Ninja terlihat lebih kekar buat ajag," jelas Zikrulah.
Prosesi pemasangan cukup gampang. Cuma bikin ulang as komstir ke tukang bubut. Bentuknya sama dengan punya Satria. Namun ujung atas rada dipanjangkan buat ulir pengikat segitiga. Kemudian dilas pada segitiga bawah Ninja.
Kaki depan beres, dilanjutkan dengan pemasangan kedok Nova Dash dipadu sepatbor Ninja. Makin mantaf setelah aplikasi setang jepit dan teromol orsi yang lagi-lagi dari Ninja. Nuansa resik terlihat setelah panel setang dicelup warna cling.
Kini giliran bodi dielus. Bodi dicat ulang kelir soft merah muda dipadu putih mutiara. Tampang ajag makin oks setelah kaki-kaki dan mesin dicelup warna cling garapan Ton's Chrom di wilayah Kebayoran lama.
Selasa, 05 Februari 2008
CB 100 Rubah Tampang NSR

Hebat, Bro! Yupianto Iwan akhirnya lega dengan hasil penantian dua tahun. Bukan penantian istri kedua lho, tapi Honda CB100 rakitan 1975, berhasil nongol di Em Plus. Ambisi Yupi cukup sederhana, "Yang penting nggak malu-maluin," cuap pemilik toko variasi Chandra Motor, Surabaya.
Rombakan awal pada bagian kaki. Full set kaki depan comot milik Honda NSR150. Mulai dari sokbreker, segitiga, setang stir dan sepatbor. "Ini orsinya NSR150, lho mas!" terang Ganden yang kebagian memodif. Makin mantaf setelah pelek ditukar limbah TZM150.
Kaki buritan ikut diubah drastis. Jadi monosok dengan mendaulat lengan ayun Honda CBR750. Dipadu monosok NSR150. "Jadi lebih empuk," jelas Yupi.
Puas ngelus kaki, giliran bodi yang dijarah. Seluruh baju orsi CB yang nggak lagi clong, langsung dipensiunkan. Gantinya nggak tanggung, Bro! Pilih dari orsi Honda NSR, mulai dari tangki dan bodi belakang plus jok.
Tampilan bodi NSR makin kental berkat pemasangan delta box yang ternyata hand made. Rapi jali, Bro! Untuk menunjukkan hasil karya anak negeri, bodi dikelir two tone merah-putih. Sip dah!
ALIENCYCLE!

Gaya modif anyar kembali diciptakan arek Suroboyo, M. Solikin asal Jl. Wonosari Wetan Baru XIIA. Aliran aliencycle dengan bahan utama dempul alias pelamir. Itu lho, bahan pelapis dasar untuk cat yang biasa dipakai pada furniture atau mobil.
Langkah awal, sekujur bodi ditempel dempul secara merata, kemudian dibentuk model alien. “Prosesnya hampir sama dengan membuat patung keramik, diurut sana–sini,“ jelas Ronie selaku modifikator.Butuh 7 kg dempul autoglow untuk menciptakan aliencycle ini. Bagian depan tersulit, karena mesti menciptakan tampang alien yang mengerikan dengan gigi taring berdarah dan mata tajam melotot. Ih..tatut…
Proses final, melabur brush pada sekujur bodi alien. Teknik pewarnaan dengan hijau stabilo dan merah membuat tampang aliencycle makin sangarrr… Apalagi setelah pasang knalpot racing ganda beraksen kulit alien.
Beberapa aksesori pendukung tidak ketinggalan. Mulai slang pernapasan sampai tabung saringan masker membuat aliencycle nampak real. Serem, Bro!.
Rabu, 15 Agustus 2007
Not For Road Race!

Empat jempol buat Julianto yang sukses memperbaiki tampang Yamaha MX semplakannya. Konsep modifikasi tetap mengacu dengan gaya modifikasi molap (motor balap) Thailand. Kaki garang, kilau kinclong aksesoris plus racikan manis airbrus grafis evolution. Namun, bro Julianto terlalu sayang dengan motornya sehingga enggan dipake road race.
Velg : DAIICHI 17
Ban : MIZZLE M. 700 / 17
Disc brake dpn : Racing One Flower
Kaliper rem : PN Sport double piston
Master rem : NissinShock Depan
Upside down dpn: Yoshimura
Monosok : YSS GP Sapyhire X Nitro
Speedometer : KOZO RS
Cat / Airbrush :
BIL’S Hot Paint Malang
Modifikator :
PLATINUM MOTOR
Jl. Raya Galunggung 38 N - Malang
Jumat, 10 Agustus 2007
Wakan 1640 New Street Fighter

The Wakan 1640 starts with a single spine oil carrying frame, a 54 inch wheelbase, with inverted Ceriani forks mounted at 22 degrees. Power comes from a 100 cubic inch S&S V-Twin producing 115hp and 115 foot pounds of torque and those horses are moving a motorcycle that weighs only 390 pounds with oil, no fuel. The engine sports a single Keihin flatslide carb that gets ram air through a blower type scoop situated above the airbox cover. The fuel tank is below the seat, molded to double as a sort of rear mudguard with the filler mounted on the tailsection.
Selasa, 17 Juli 2007
Scorpio Lebih Menyengat!
Sabtu, 14 Juli 2007
High Custom Bike

Trend modifikasi Harley di Negeri Paman Sam dengan gaya ban gambot, menjadi sumber inspirasi bagi Doni Sukwan untuk memodifikasi HD Softail tahun 2000 miliknya. Tampang HD Softail Classic yang khas dengan tampilan elegan dengan tambahan ornamen khas indian ini, mengalami perombakan total yang membuat tampang aslinya dari pabrik lenyap tidak berbekas.
Perombakan yang diawali dengan memasang sasis after market , dengan style yang mengacu pada gaya hard touring, yang khas dengan ban super gambot pada bagian belakang dan tangki bensin dengan model tear drop, yang diteruskan dengan single seater yang menunjukan egoisme penyemplaknya. Pengguyuran cat berwarna merah hati yang dipadukan dengan brush grafis tribal evolution memberikan kesan macho pada kendaraan super gede ini.
Pada bagian mesin, bikers Brotherhood ini memilih mesin berspekfikasi balap dengan label S & S atau Super Stock berkapasitas 1600 cc, ditambah sokongan karburator S dengan ukuran 45 mm, sehingga motor tersebut lebih cocok untuk digeber pada trek lurus.
s lempeng, apalagi dengan exhaust two freeflow produksi Samson yang membuat suaranya mengelegar. Tapi sayangnya Doni lebih doyan rolling thunder, ketimbang menggeber motor ala pembalap. Keep Rolling Machine guys...!
Langganan:
Postingan (Atom)







