Halaman

blogads

Kamis, 05 Juni 2008

Mount Tracker Sejati


Twin Fiber Planet kembali berulah, kali ini sasarannya Honda GL Max rakitan 1991 milik Oky Andistiawan Adi yang mengalami rubahan frontal. Benar frontal..tal..tal, tetapi tetap mempertahankan tulang sasis pabrikan. Berkonsep trend modifikasi terbaru yakni supermoto, namun kaki belakang menganut gaya modifikasi motor sport. Tuh kan!.

Adalah Adi dan Arno selaku penjaga gawang Twin Fiber Planet, “Awalnya siempunya motor bingung mau modif gaya apa, lalu kami arahkan ke gaya supermoto berkaki sport”, buka Arno saudara kembar Adi. Urutan pertama jelas menelanjangi motor berkapasitas 125 cc tersebut, kemudian aplikasi jurus ampuh serat kaca alias fiber dan sentuhan seni air brush ala tentara gurun pasir.

Tidak asal pasang tempel, proposional posisi dan ukuran tetap diutamakan supaya baju baru tidak kedodoran atau justru kekecilan. Praktisnya custom fiber serasi dengan ukuran dimensi asli Honda GL Max. “Kalo terlalu besar dan gambot justru akan merusak estetika konsep” tegas Arno kepada OTOMOTIFNET.COM. Bodi berbahan serat karbon yang diaplikasi meliputi tangki, cover bodi utama, selebor set depan dan belakang, air scoope, kondom sok depan dan belakang, dan kondom headlamp.

Kendala pemasangan custom fiber terletak pada cover bodi utama. Pasalnya ketika proses pemasangan seluruh bodi baru, desain cover aki terlihat kurang serasi dan antisipasinya Twin Fiber Planet pasang seater rancangan sendiri. Bentuk seater tersebut menyambung mulai dari tangki hingga bagian buritan motor, pastinya juga diberikan finishing warna senada bodi anyar.

Sok depan sepintas pandang seperti up side down, sejatinya sok depan motor berjuluk Mount tracker ini masih gunakan ajrutan depan asli Honda GL Max yang dipasang kondom fiber ala up side down. Makin mantab dengan kawalan duo discbrake berkaliper Honda Supra.

Monosok belakang yang terlihat seperti monosok moge sport, ternyata juga hasil kreatifitas duo kembar ini. Lengan ayun handmade dari bahan plat persegi dipendam rapi bersama fiber sehingga kaki belakang menjadi berkarakter moge sport. “Sebenarnya yang ini trend lama, tapi model kami kembangkan lagi“ tukas Adi sambil menuding monosok customnya.

Sentuhan kretaifitas Twin Fiber Planet berlanjut di sektor safety riding, nah kali ini headlamp jadi bahan uji coba. Untuk memberikan tampilan beda, headlamp motor berlogo sayap kepak ini comot stop lamp Honda Karisma. Proses aplikasi tidak bikin puyeng, cukup menyamakan dudukan reflektor dan membuat penyangga yang dipasang ke pipa sok depan. Sementara sistem kelistrikan lampu masih menggunakan ori, hasilnya lampu lebih bening saat menembus jalanan malam dan lebih terang bila ada kandidat otogirls.


Spesifikasi Modifikasi :
Ban depan : Swallow 110-70 / 17
Ban belakang : Swallow 130-70 / 17
Velg : Sprint
Discbrake depan : Lazer
Kaliper depan : Honda Supra
Disbrake belakang : Honda GL Max
Kaliper belakang : Suzuki Satria
Airbrush : Army look by Climax, Kandangan-Kediri
Modifikator : Twin Fiber Planet
Jl. Imam Bonjol Gg. Argopuro, Batu
Telpon : 0341 - 5428450

Foto dan teks : Endar (www.otomotifnet.com)

Selasa, 03 Juni 2008

Seni Dipadu Unsur Hi-tech


Sssttt...! Menurut orang dalam PT Astra Honda Motor (AHM) dalam acara launching Honda CS-1 di Surabaya, Minggu (6/4) kemarin, AHM dipastikan akan menjual adiknya Vario untuk menyasar kelas low end. Ya, betul skutik yang di Thailand dinamai Icon. Malah kini di negeri Gajah Putih sudah banyak versi modifikasinya. Mulai ubahan ringan hingga ekstrem. Contoh di halaman ini. Konsep ubahannya disebut art techno yang maksudnya mengombinasi seni mendesain bodi dengan unsur hi-tech.

Rancangan bodinya sendiri kental nuansa sport. Terlihat pada bagian buritan yang digarap meruncing bak pacuan MotoGP. Apalagi setelah kedua ban ditukar dengan yang bertapak lebar. Alhasil aroma motor sport jadi makin santer tercium.

Sementara unsur teknonya diperlihatkan pada pengaplikasian beberapa part yang desainnya berkesan canggih. Misal saluran gas buang yang silencernya dibentuk macam segitiga, lalu pada sisi samping diberi kisi-kisi kayak saluran pernapasan ikan hiu. Kemudian konstruksi monosok belakang yang semula tegak, diubah tidur. Belum lagi penambahan arm di sisi kanan roda belakang yang dirancang menyatu fender roda.

Oh ya, motor ini hasil persembahan AP Honda Thailand. Ikut dipajang di boot mereka dalam gelaran 29th Bangkok International Motor Show yang berakhir Minggu (6/4) kemarin. Di samping beberapa modifikasi lain. Nah, siapa tahu ubahan ini bisa jadi inspirasi buat Anda yang nantinya hendak membeli skutik itu.
Gimana, keren kan?

Ban dpn/blkg :Vee Rubber Racing LS-V266, Radial Ukuran 110/90 - 12
Sokbreker depan :G@zi, upside down
Sokbreker blkg :G@zi tipe gas
Swing arm kanan :Panom
Fender roda blkg:Panom
Knalpot :Custom
Rem belakang :Disc Brake

http://www.otomotifnet.com/

Athlete Tantang FU150 dan CS-1


Kawasaki melalui PT Kawasaki Motor Indonesia (PT KMI), akhirnya resmi me-launch seri terbaru Kawasaki Ninja 250R pada Sabtu (31/5). Tidak cukup sampai disitu saja, PT KMI juga meluncurkan dua produk lainnya yaitu Kawasaki KLX250S dan Kawasaki Athlete.

Tidak diragukan lagi, Ninja 250R mengundang perhatian dari banyak orang untuk melihat dari dekat dan mencobanya. Namun yang sensasional adalah Kawasaki Athlete. Varian bebek terbaru dengan setang jepit ala sport bike tersebut, disinyalir akan menyaingi eksistensi Suzuki Satria FU150 dan pendatang baru beberapa bulan lalu Honda CS-1.

“Kami melihat orang Indonesia itu sepertinya sangat senang dengan motor-motor sport. Ini terbukti dengan banyaknya orang yang melakukan modifikasi ketika mereka membeli sepeda motor. Makanya kami sangat tertantang untuk menciptakan sesuatu yang baru di kelas premium bike. Tidak terkecuali dengan Kawasaki Athlete yang diluncurkan pada hari ini,” ujar Freddyanto Basuki usai jumpa pers.

Kapasitas mesin yang mencapai 125 cc dan desain radikal merupakan tawaran yang terdapat pada motor ini. Desainnya yang terlihat unik sangat berbeda dengan para pesaingnya. Apalagi kelengkapan suspensi depan seperti model sport, meskipun tergolong bebek, kenyamanan motor jenis sport bisa dirasakan pada Athlete.

Suspensi belakang yang mengusung model Monoshock Horizontal Bottomlink Unitrak System, diklaim mampu meredam guncangan dengan sempurna. Belum lagi tangki bensin yang ditempatkan dibagian depan, merupakan sensasi tersendiri yang terdapat di Athlete.

“Sangat susah kalau kita mau bilang Athlete dikeluarkan untuk menghentikan dominasi bebek. Karena orang kita cenderung ingin sesuatu yang tampaknya lain. Tapi untuk Athlete, ini memang penyempurnaan produk teranyar untuk bebek light sport. Tentunya punya peminat tersendiri,” tandas Freddy lagi.

Dengan banderol R. 13.990.000 rasanya Athlete tetap kompetitif tanpa harus mengorbankan sisi sporty dan kenyamanan berkendara. Sayangnya para peminat kudu bersabar dulu, karena Athlete belum bisa dipasarkan paling tidak hingga awal Juli untuk pasar Indonesia. Apakah Athlete akan menghentikan dominasi rival-rivalnya? Kita lihat saja nanti.

Penulis/Foto: Uda
http://www.otomotifnet.com/

Mekanik Terbaik Jatim Menuju Nasional


Meningkatkan brand image dan mutu pelayanan untuk konsumen, PT Astra Honda Motor (AHM) tiap tahun rutin menggelar Honda Mechanic Contest & Front Line People untuk tingkat nasional. Tentunya tiap daerah (regional) wajib mengirimkan duta terbaiknya. Kontes tingkat nasional berlangsung di Jambi, pada Juli mendatang.

Khusus wilayah Jawa Timur (Jatim), ajang seleksi dilakukan Minggu (1/6) untuk mencari 5 mekanik terbaiknya. “Ajang ini sekaligus untuk audit kelayakan langsung dari pihak manajemen kepada mekanik dan customer service kami,” jelas Suwito, direktur, PT Mitra Pinasthika Mustika (MPM) selaku main delaer Honda di wilayah Jatim dan NTT.

Terkumpul sebanyak 354 mekanik asal AHASS se-Jatim. Lantas difilter kembali lewat penyeleksian ketat dengan uji produk, uji praktek, uji ketangkasan menggunakan special tools hingga penyelesaian trouble shooting produk motor berlogo Sayap Mengepak ini. Dari 354 mekanik diperas menjadi 52 mekanik yang berhak masuk di babak final regional Jatim.

Pada babak final, peserta diberikan dua kasus yakni seputar mesin dan kelistrikan. Setiap mekanik diberikan waktu 25 menit untuk menyelesaikan tiap kasus yang diberikan oleh tim penguji dari MPM. Nah, hasilnya terpilihlah 5 mekanik terbaik untuk mewakili Jatim menuju ajang nasional.

“Mekanik adalah ujung tombak dalam pelayanan purna jual supaya konsumen tetap setia dengan Honda dan dari kontes ini kami bisa mengetahui sampai sejauh mana kualitas mekanik AHASS,” sambung Suwito yang mentarget utusannya meraih juara nasional .

Khusus kontes Front Line People Honda 2008(FLP) region Jatim diikuti 150 peserta. Lantas diperas menjadi 10 terbaik untuk babak final. Hasilnya terpilihlah 3 orang untuk mewakili Jatim menuju tingkat nasional. Untuk kontes FLP, tahun ini merupakan baru ajang yang kedua. Selamat buat para juara.

Hasil Kontes :
Mekanik AHASS Terbaik
1. Eko Budi – MPM Madiun
2. Teguh Haryanto – MPM Surabaya
3. Andri Nova – MPM Waru
4. A.Fauzi – MPM Surabaya
5. Didik Slamet – MPM Sukun Malang

FLP Terbaik
1. Arik Sugiarto – Ketintang Motor, Surabaya
2. Shyllvia Feronica – MPM Madiun
3. Lukman Firdaus – Garuda Motor 1, Banyuwangi

Penulis/Foto: Endar
http://www.otomotifnet.com/

Selasa, 15 April 2008

Test Ride Honda City Sport One (CS-1)


PT Astra Honda Motor (AHM) ngajak MOTOR Plus untuk jajal langsung varian terbaru mereka, Honda City Sport One (CS-1) di Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (6/4-2008). Mmmm...? Di sirkuit permanen! Bawa baju balap, pasti! Jugaalat pencatat kecepatan dan jarak, Vericom VC-3000. Kan, sirkuit balap. Tes maksimal namun cidera minim. Iya kan?

Melihat sosok yang katanya merupakan spesies baru ini, awalnya timbul keraguan. Gimana nggak? Disebut bebek, ogah! Dibilang sport murni tidak. Karena secara kasat mata, antara jok dengan setang nggak dipadu tangki bensin sejatinya motor sport. Sedang tangki bensin di CS-1, ada di bawah jok pengendara.

Makanya jujur, sedikit ragu, buat ajak CS-1 rebah di sirkuit penuh tikungan kanan-kiri juga chicane. Siswanto Prawiroatmodjo, Vice President Director AHM menantang. “Silakan ditekuk. Asal berani aja,” ungkap pria guanteng ini. Ketimbang ragu mending jajal sekalian ya! Percuma kaki sudah menjejak aspal mulus Kenjeran.

Meski AHM sudah siapkan perlengkapan berkendara, Em-Plustetap main aman. Artinya, perlengkapan tes motor redaksi dikeluarkan dari tas dan langsung dipakai. Sebab sebelumnya, sudah janji pada diri sendiri buat push CS-1 sampai limitnya!

Kelar bersiap diri, tiba waktunya coba species baru. Macam senjata sudah dikokang, tinggal bidik dan ditembakkan. Putar kunci kontak, telapak tangan kanan kadung genggam grip gas. Sembari pencet elektrik starter dengan jempol, telinga dengar suara knalpot berbeda dari pipa buang gaya racing. Suaranya lembut, Bro!

Injak tuas persneling depan, masuk gigi satu. Ketika mau keluar dari paddock, eh ditahan dulu! Taunya, disuruh tunggu peserta test lainnya. Karena satu sesi pengetesan, mengitari sirkuit Kenjeran 3 lap beserta 5 rider. Terpaksa, gigi dibalikkan ke posisi netral.

Oke, namanya peraturan kudu ditaati. Sembari nunggu, mata tertuju terus ke panel spidometer canggih. Ya, panel bulat dengan angka kecepatan digital di tengahnya. Plus, rpm yang mengitari angka kecepatan itu.

Lihat ke sebelah kiri angka kecepatan, ada indikator temperatur mesin kapasitas murni 124,7 cc yang dilengkapi pendingin air. Sedang sebelah kanan, indikator bensin. Terakhir, bagian bawah! Indikator persneling. Semua, serba digital!

Tiba-tiba, lengan kiri ditepuk beri tanda boleh masuk ke lintasan. Mantap! Akhirnya, berjalan bersama spesies baru nih. Sedikit memanaskan ban, motor dibuat berjalan zig-zag. Begitu siap, langsung dipacu.

Wush...

Endar
Terbit Motorplus edisi 476

Rabu, 09 April 2008

Kolektor Sekaligus Pebisnis


Yogyakarta salah satu pusat tempat kolektor barang antik. Termasuk kolektor motor klasik berada di kota sultan itu. Salah satunya Yudi Kasim, kolektor sekaligus penikmat bisnis motor klasik asal DIY. Dia mulai langkah bisnis motor lawas sejak 1993.

Dimulai dari tawaran seorang kerabat yang order mencarikan motor lawas. Melihat peluang menggiurkan dalam bisnis motor antik, langsung muncul ide buka showroom khusus. Resmi dibuka tiga tahun silam di kawasan Malioboro. Motor dan spare-parts motor klasik dipajang rapi di etalase.

Salah satu koleksinya mesin motor diesel pertama di dunia. Keluaran Lohmann diproduksi 1949 dengan kapasitas 18 cc made-in Jerman. “Ini salah satu tonggak sejarah revolusi teknologi motor dunia. Bayangkan pada 1949 Jerman sudah membuat motor bermesin diesel meski kapasitasnya hanya 18 cc,” ujar Yudi yang ramah ini.

Satu lagi koleksi motor lawas yang memiliki kisah tersendiri. DKW RT III 1930, untuk mendapatkan motor idaman ini harus berjuang keras merayu kerabat dekatnya. Supaya motor incaran bisa turut melengkapi koleksi showroom.

Lokasi showroom yang strategis terbukti membawa hoki tersendiri. Pasalnya beberapa turis asing yang berlibur di Jogja ada yang menyempatkan diri mampir untuk sekadar melihat-lihat. Bahkan order motor lawas di showroom Marcopolo Antique ini.

Menguntungkan lagi, Indonesia negara yang masih banyak menyimpan bukti sejarah motor di dunia. Ini tidak terlepas dari kedatangan sekutu Inggris, Belanda dan Jepang semasa penjajahan dulu. So tidak heran beberapa pabrikan motor kerap mengirim agen untuk mencari motor produksinya ketika Perang Dunia II. Salah satunya Ducati yang sempat order ke Marcopolo Antique. Tentu untuk beli part Ducati lawas yang sudah ngak diproduksi lagi. (endar)

Marcopolo Antique
Jl. Sosrowijayan, No. 11, Yogyakarta
Telepon (0274) 587636

Terbit di Motorplus Edisi 475

Selasa, 01 April 2008

Buell Chronos Streetfighter Full Custom


Virus streetfighter kian ganas, coba brother lihat salah satu terapan custom petarung jalanan Buell XB-RR yang cukup brutal dan khusus dirancang untuk drag race. Sejatinya Streetfighter memang menonjolkan lekukan mesin Buell, sedangkan tampang menyesuaikan karakter mesin berkapasitas 1125 cc- DOHC V-Twin, tidak aneh bila body berkesan minimalis. Pandang lekukan berliuk leher knalpot seperti ular phyton yang sedang meremuk tulang mangsanya.

Bodywork dari tangki hingga single seater tersambung tanpa celah. Sasis orsi harus dipangkas hingga menyisakan setengahnya untuk menempatkan jok. Pemasangan Deltabox almunium big size sukses memperbaiki estetika Buell yang berjuluk Chronos Streetfighter.

Sektor pelibas aspal tetap mempertahankan up side down di bagian kaki depan serta balutan karet ban gambot, sementara kaki buritan comot monosok rebahan ala Softail yang dipadu lengan ayun. Finishing signle seater kulit merah maron padu padan kelir body putih mutiara, serta pelek air brush grafis bendera Amrik semakin mendongkrak tampang garangnya.