Halaman

blogads

Rabu, 29 Februari 2012

Oli Mobil Untuk Motor, Bisa Atau Tidak?



Masih seputar oli di sepeda motor, tak sedikit lo pembaca yang menanyakan apakah pelumas mesin buat mobil (berbahan bakar bensin) bisa dipakai untuk mesin motor? Jawabannya bisa ‘YA’ bisa juga ‘TIDAK’. Lo kok gitu? Oke, kita langsung saja simak penjelasan dari para pakarnya.

MotoBike - Kata Hariadi, 2W Marketing-Service Area Representative, Group Leader Assintant Manager PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) itu tergantung buat motor tipe apa? “Kalau buat motor bertransmisi kopling basah, jelas tidak dianjurkan. Karena kedua jenis mesin (antara mobil dengan motor tipe kopling basah) mempunyai kontruksi yang berbeda,” terangnya.

Mesin mobil, lanjut Hariadi, sistem kopling dan transmisi kontruksinya terpisah. Sementara mesin motor konstruksi kopling dan transmisi menjadi satu. “Oli mesin mobil yang notabene hanya melumasi crank shaft dan mekanisme valve, spesifikasinya berbeda dari oli motor berkopling basah. Sehingga jika digunakan di motor, maka dampak yang akan terjadi mengakibatkan kopling mudah selip dan menimbulkan suara.”

M. Abidin, Manager Technical Department Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) coba kasih gambaran begini. “Belajar dari kasus keluhan konsumen kami, konsumen tersebut memiliki mobil Eropa yang menggunakan oli bermerek terkenal dan mahal. Sisa oli mobilnya itu kemudian digunakan untuk mesin motor sportnya. Akibatnya, motornya itu tidak bisa ‘lari’ lantaran koplingnya selip,” tuturnya. Kenapa bisa begitu?

“Karena oli mahal untuk mobil biasanya terdapat Logo "DONUT" yang bertuliskan "CONSERVING II". Itu artinya kadar additive (teflon) dalam oli tersebut persentasenya lebih banyak dari oli biasa. Dampaknya pada kopling yang terendam sudah pasti akan selip. Karena kopling basah tidak dirancang menggunakan oli tersebut,” tambah Abidin.

Sarwono Edhi, Technical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM) juga sepakat. “Oli mesin mobil tidak dianjurkan untuk dipakai buat mesin motor bertransmisi girbox. Karena biasanya oli mesin mobil ditambahkan dengan aditif lapisan film yang licin. Sehingga bila dipakai pada mesin motor bertranmisi girbox, maka akan membuat kopling motor yang terendam oli tersebut jadi mudah menjadi selip dan aus,” jelas Edhi.

Kecuali, bila yang mengonsumsi oli mobil tadi adalah skuter matik (skutik). Kenapa bisa gitu? Karena konstruksi dapur pacu pada skutik mirip dengan mobil. Yakni oli mesin hanya merendam/melumasi kruk as dan komponen bergerak di kepala silinder. Tapi dengan ‘CATATAN’..!

“Selama desain mesin tersebut tidak ada komponen penyaluran tenaga yang cara kerjanya bergesekan, kayak kopling tadi,” tukas Abidin. Tapi tak cuma itu lo. “Spesifikasi oli mobil yang dipakai juga harus setara,” timpal Budiman Moerdijat, GM External Affairs & Communication PT Shell Indonesia.

Maksud Buyung, sapaan akrab Budiman, misalnya tingkat kekentalan (SAE), API Service serta standar JASO-nya. Yaitu harus JASO MB kalau buat skutik. Senada dengan penjelasan dari Edhi, “Oli motor dan oli mobil bensin sebetulnya sama. Tapi sebaiknya pastikan dulu SAE, Api Service dan JASO-nya. Biasanya untuk kopling kering kayak skutik menggunakan JASO MB.”

Jadi, jangan salah lagi ya! • DiC (mymotobike.com)

1 komentar:

  1. misalkan skutik kita gunakan oli mobil, kalo untuk mobil pergantiannya oli antara 5000 km - 6000 km, bagaimana jika digunakan untuk motor skutik apakah sama dengan mobil?

    BalasHapus

Brother yang ingin sumbang komentar tentang modifikasi silakan tulis disini. Pendapat brother akan sangat saya hargai dan empat jempol untuk para builder!